Beranda » Seni » Bale Banjar di Era Pariwisata Modern: Model Transformasi Arsitektur Berbasis Lima Pilar  untuk Ruang Komunal Bali
click image to preview activate zoom

Bale Banjar di Era Pariwisata Modern: Model Transformasi Arsitektur Berbasis Lima Pilar  untuk Ruang Komunal Bali

Rp 167.000
Stok Pre Order
KategoriSeni, Sosial & Budaya
Tentukan pilihan yang tersedia!
PRE ORDER
Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut mengenai pemesanan produk ini.
Pemesanan lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

Bale Banjar di Era Pariwisata Modern: Model Transformasi Arsitektur Berbasis Lima Pilar  untuk Ruang Komunal Bali

Judul      : Bale Banjar di Era Pariwisata Modern: Model Transformasi Arsitektur Berbasis Lima Pilar  untuk Ruang Komunal Bali

Penulis   : Ni Made Mitha Mahastuti, Ngakan Ketut Acwin Dwijendra

Ukuran   : 15 X 23 cm

Tebal      :  237 HAL

Cover     : Soft Cover

SINOPSIS

Ketika bale banjar berubah, apa yang sesungguhnya harus tetap kita jaga? Di ruang inilah warga bermusyawarah, kesenian diwariskan, upacara dipersiapkan, dan kebersamaan dirawat. Namun, perkembangan pariwisata membawa kebutuhan baru: bangunan yang lebih besar, fasilitas yang lebih nyaman, serta ruang untuk kegiatan ekonomi. Di antara peluang dan tekanan tersebut, bale banjar menghadapi tantangan untuk terus berkembang tanpa kehilangan makna sebagai rumah bersama masyarakat Bali.

Bale Banjar di Era Pariwisata Modern mengajak pembaca memahami hubungan antara arsitektur, kehidupan adat, dan perubahan zaman melalui pengalaman Kecamatan Kuta. Pembahasannya bergerak dari kosmologi dan bahasa arsitektur Bali menuju perubahan material, ornamen, bangunan bertingkat, pembagian ruang sakral, hingga dinamika antargenerasi dan komersialisasi. Melalui hubungan antara fungsi, bentuk, dan makna, buku ini memperlihatkan bahwa pembaruan arsitektur bukan sekadar mengganti wajah bangunan, tetapi juga menyangkut bagaimana masyarakat menggunakan dan memaknai ruangnya.

Inti buku ini adalah Model Integratif Lima Pilar: keseimbangan fungsi dan ruang, integrasi nilai budaya lokal, inovasi material ramah lingkungan, partisipasi komunitas, serta manajemen adaptif berbasis kearifan lokal. Kelimanya menghubungkan kebutuhan masa kini dengan keberlanjutan kehidupan sosial, budaya, dan spiritual. Bukan menawarkan satu bentuk bangunan untuk semua banjar, pendekatan ini membantu pembaca mempertimbangkan apa yang perlu dipertahankan, apa yang dapat diperbarui, dan bagaimana perubahan dapat dirumuskan bersama komunitas.

Dokumentasi arsitektur, atlas 28 bale banjar, suara warga, serta pembahasan revitalisasi, pendidikan, kreativitas, dan pengelolaan mempertemukan gagasan dengan pengalaman tempat. Buku ini menawarkan bahan pemahaman dan inspirasi bagi arsitek, mahasiswa, pengelola banjar, pegiat budaya, serta siapa pun yang ingin mengenal Bali melampaui citra wisatanya. Pesannya sederhana, tetapi mendasar: melestarikan bale banjar bukan hanya menjaga bangunan tetap berdiri, melainkan memastikan kehidupan bersama terus tumbuh di dalamnya.

Bale Banjar di Era Pariwisata Modern: Model Transformasi Arsitektur Berbasis Lima Pilar  untuk Ruang Komunal Bali

Berat300 gram
Kondisi Baru
Dilihat 21 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait

Social Media & Marketplace
Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan admin kami

Siti
● online
Siti
● online
Halo, perkenalkan saya Siti
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: