Beranda » Pendidikan » KEASERTIFAN PADA ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) GURU
click image to preview activate zoom

KEASERTIFAN PADA ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) GURU

Rp 70.000
Stok Pre Order
KategoriPendidikan
Tentukan pilihan yang tersedia!
PRE ORDER
Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut mengenai pemesanan produk ini.
Pemesanan lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

KEASERTIFAN PADA ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) GURU

Judul       : KEASERTIFAN PADA ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) GURU

Penulis   :

Dian Pintaningdyah, M.Si., M.Pd

Prof. Dr. H.M. Ahman Sya, M. Pd., M.Sc.

Prof. Dr. Neti Karnati, M. Pd.

Ukuran   : 14,5 x 21

Tebal       : 150 Halaman

Cover      : Soft Cover

 

SINOPSIS

Salah satu masalah yang dapat diatasi dengan adanya sikap asertif adalah kesulitan dalam mengkomunikasikan keinginan dan kebutuhan kepada orang lain. Hal ini mungkin disebabkan oleh rasa malu, takut menimbulkan konflik, atau merasa bahwa kebutuhan kita tidak sepenting orang lain. Namun, dengan bersikap asertif, kita dapat berkomunikasi secara lebih efektif dengan orang lain dan memastikan bahwa kebutuhan kita terpenuhi. Tegas bukan berarti bersuara keras atau bertindak kasar, keasertifan yang biasa disebut sebagai sikap yang tegas ini berbeda dengan galak. Tegas berarti berpendirian teguh serta mempertahankan pendapat dan hak pribadi yang memiliki alasan logis pada pendiriannya bersifat jelas dan nyata, dilakukan dengan pertimbangan yang matang. Sedangkan galak seseorang yang tidak dapat mengatur emosinya dengan baik, mengekspresikan amarah seseorang yang terkadang dilakukan tanpa alasan jelas dan justru merugikan orang lain.

Keasertifan berada di antara sifat pasif dan agresif, yang berarti sebuah keterampilan seseorang dalam menyatakan kebutuhan dan pemikiran pribadinya serta mempertahankan haknya dengan berani tanpa mengganggu serta merugikan orang lain. sikap asertif dapat menjadi alat pemecah masalah, misalnya ketika sedang bermusyawarah untuk mencapai suatu kesepakatan baru. Pada hal ini seseorang membutuhkan sikap asertif dalam meuyampaikan pendapatnya, selain mendorong munculnya rasa percaya diri, sikap asertif juga membantu seseorang untuk menerima setiap perbedaan pendapat yang diajukan dan memahami jika hasil musyawarah tidak selamanya sesuai dengan keinginan.

Teladan adalah segala sesuatu yang berupa sebuah perkataan, perbuatan, sikap, dan tindakan seorang yang dapat di tiru atau dijadikan panutan oleh orang lain. Guru sebagai teladan akan dengan terbuka menerima kritik atau saran dari siswanya. Integritas seorang guru atau kekurangannya, diamati oleh siswa. Siswa mengevaluasi karakter guru berdasarkan bagaimana mereka diperlakukan dan diajarkan. Siswa menegtahui kapan guru mereka berkomitmen dalam kegiatan psikomotor, kognitif, dan pembelajaran afektif, dan mereka dapat mengetahui serta merasakan kepedulian guru terhadap siswanya, sikap jujur, dan hormat. Jadi keteladan guru yang baik merupakan contoh dari guru ideal yang berhubungan dengan sikap, prilaku, tutur kata, mental, maupun yang berhubungan dengan akhlak atau moral yang patut dijadikan contoh bagi siswanya.

Tidak hanya menjadi sumber informasi dan pemahan baru pada siswa, namun guru juga menjadi contoh dari etika perilaku baik bagi siswanya. Guru ideal mampu menjadi teladan atau contoh bagi siswa, berarti guru harus menunjukkan sikap terpuji untuk ditiru. Selain menjadi teladan bagi peserta didiknya, guru yang ideal juga akan mempengaruhi dan menjadi panutan terhadap rekan kerja, kepala sekolah, serta staf sekolah. Sebagai contoh, misalnya ketika sedang berbincang dengan siswa atau rekan kerja, hendaknya menggunakan tutur kata yang sopan. Saat mengajar memakai pakaian yang rapi dan mengikuti aturan seragam di sekolah. Namun jangan sampai keteladanan ini membatasi dan menghilangkan kebebasan guru dalam berekspresi, hal ini harus dipahami bahwa guru juga manusia biasa yang dapat melakukan kesalahan dan memiliki kelemahan. Maka yang menjadi fokus disini adalah bagaimana guru sebagai teladan mampu mengatasi kesalahan dan kelemahan yang dialaminya menjadi sebuah hal yang positif serta menjadi pelajaran bagi siswa dan orang yang disekitarnya.

KEASERTIFAN PADA ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) GURU

Berat300 gram
Kondisi Baru
Dilihat 344 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait

Social Media & Marketplace
Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan admin kami

Siti
● online
Siti
● online
Halo, perkenalkan saya Siti
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: