Rawa Singkil adalah Hidup Kami
Rp 90.000| Stok | Pre Order |
| Kategori | Self Improvement |
Rawa Singkil adalah Hidup Kami
Judul : Rawa Singkil adalah Hidup Kami
Penulis : Ahmady
Ukuran : 15 x 23
Tebal : 120 Halaman
Cover : Soft Cover
SINOPSIS
Suaka Margasata rawa Singkil merupakan kawasan hutan rawa gambut yang menjadi bagian dari ekosistem Leuser. Rawa Singkil merupakan rumah bagi sejumlah satwa langka yang dilindungi, seperti orangutan Sumatera, burung rangkong, berbagai hewan buas dan satwa lainnya. Bahkan hutan gambut ini tercatat sebagai tempat terpadat bagi populasi orangutan sehingga disebut sebagai Ibukotanya orangutan Sumatera.
Berdasarkan data Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh, tercatat ada 157 jenis burung, 20 jenis mamalia, 17 jenis biota air, dan 15 jenis herpetofauna yang berdiam di kawasan itu. Teridentifikasi juga 134 jenis tumbuhan bawah, 130 jenis tumbuhan berkayu, dan 40 jenis tumbuhan air. Ekosistem hutan rawa gambut, air tawar, hutan mangrove, dan rivarian sebagai penopang utama kehidupan di kawasan ini.
Keberadaan Suaka Margasatwa Rawa Singkil tidak hanya penting untuk ekosistem alam, tapi juga sangat penting bagi kehidupan manusia. Selain berperan sebagai penyerap air hujan dan pengikat tanah, ia juga berperan mencegah banjir dan longsor serta menjaga keseimbangan siklus air dan kesuburan tanah. Tidak kalah pentingnya, Rawa Singkil memiliki kemampuan menyerap racun karbon cukup tinggi. Tak heran jika dunia internasional cukup peduli dengan pelestarian kawasan ini.
Suaka Margasatwa Rawa Singkil resmi dinyatakan sebagai kawasan konservasi yang wajib dilindungi sejak 26 Februari 1998. Melalui \Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 166/Kpts-II/1998 tentang Perubahan Fungsi dan Penunjukan Kawasan Hutan Rawa Singkil disebutkan bahwa lahan konservasi gambut yang terletak di tiga wilayah itu, yakni Kabupaten Aceh Selatan, Kota Subulussalam, dan Kabupaten Aceh Singkil itu, luasnya mencapai ± 102.500 hektar.
Namun seiring perjalanan waktu, aksi perambahan lahan terus dilakukan sejumlah korporasi yang diduga menjadi bagian dari oligarki. Hal ini sejalan dengan keinginan pemerintah yang sangat berambisi meningkatkan produksi minyak sawit Indonesia di tingkat dunia. Tak heran jika pemerintah kemudian bersikap lunak dengan aksi-aksi perambahan lahan itu, dan memilih menyusutkan luas kawasan Rawa Singkil.
Setelah Keputusan Menteri Kehutanan yang pertama pada 1998, muncul lagi perubahan-perubahan berikutnya sampai akhirnya terjadi empat kali perubahan. Yang terakhir adalah lahirnya Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: 6616/MENLHK- PTKL/KUH/PLA.2/10/2021 tentang Peta Perkembangan Pengukuhan Kawasan Hutan Provinsi Aceh, luas Suaka Margasatwa Rawa Singkil yang telah berkurang menjadi ±81.823,79 hektar.
Dengan demikian, dalam rentang wakti 23 tahun terjadi penyusutan 8.079.879 hektar di areal kawasan konservasi itu. Sebagian besar lahan yang berkurang telah berubah menjadi kawasan perkebunan kelapa sawit milik korporasi. Begitu pun, aksi pengrusakan lahan di rawa gambut itu masih saja terjadi sampai detik ini. Tentu saja ada pemilik modal yang bermain di balik semua itu.
Ada anggapan dari para pemilik modal, kalau nantinya lahan rawa telah diubah menjadi areal kebun, tentu pemerintah akan bersikap melunak sehingga mengeluarkan lagi keputusan baru sebagai revisi bagi luas area Suaka Margasatwa Rawa Singkil. Begitu seterusnya sehingga ancaman terhadap pelestarian lokasi suaka margasatwa itu terus terjadi.
Yayasan Hutan, Alam, dan Lingkungan Aceh (HAkA) mencatat angka kehilangan tutupan hutan di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Rawa Singkil dalam kurun waktu lima tahun sejak 2020 mencapai 2.508 hektar. Angka deforestasi ini menunjukkan betapa tingginya kerusakan hutan di wilayah itu.
Awalnya kerusakan itu terjadi di wilayah hulu, kemudian beranjak hingga memasuki wilayah Tengah. Jika terus terjadi, kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu fragmentasi ekosistem yang berpotensi memutus keterhubungan antara hutan di bagian utara dan selatan kawasan tersebut. Hanya tinggal menunggu waktu, bencana besar akan datang.
Maka itu, upaya pelestarian rawa Singkil harus ditingkatkan. Keberadaan rawa gambut ini tidak hanya penting sebagai penyeimbang lingkungan, tapi juga begitu besar manfaatnya bagi masyarakat sekitarnya. Sejak dulu masyarakat sekitar memanfaatkan Rawa Singkil sebagai sumber kehidupan mereka. Ada banyak keluarga yang menggantungkan mata pencariannya di dalam rawa itu.
Ada yang berprofesi sebagai nelayan lele, petani madu, peracik obat-obatan dan lainnya yang semuanya mengandalkan kandungan alam yang ada di Rawa Singkil. Tak heran jika berbagai kearifan lokal dan perlindungan adat telah ada di wilayah itu sejak lama. Budaya dan adat lokal itu pada dasarnya sangat menghormati keberadaan Rawa Singkil sehingga semuanya bersepakat untuk melestarikannya.
Keistimewaan Suaka Margasatwa Rawa Singkil ini menjadi bagian penting yang digambarkan di dalam buku ini. Ancaman yang mengintai juga menjadi hal yang tak terpisahkan guna memberi penjelasan kepada public betapa ekosistem alam di kawasan ini selalu dalam bidikan tangan-tangan jahil.
Pesan utama dari buku ini tidak lain untuk mengajak semua orang peduli pada pelestarian Suaka Margasatwa Rawa Singkil. Kerusakan kawasan ekosistem ini tidak hanya mengganggu keseimbangan alam dan merusak mata pencarian warga sekitar, tapi juga merongrong kearifan lokal dan memicu terjadinya bencana.
Bencana ekologi yang melanda Sumatera pada penghujung November 2025 menjadi gambaran betapa buruknya dampak yang terjadi manakala alam marah karena hutannya terus dirongrong tangan-tangan kapitalis. Kita tentu tidak ingin peristiwa itu terjadi lagi.
Maka itu, adalah sebuah kewajiban bagi kita untuk melestarikan dan menjaga ekosistem, Rawa Singkil. Melalui buku ini gambaran tentang pentingnya Rawa Singkil bagi kehidupan akan terjelaskan dengan baik. ***
Rawa Singkil adalah Hidup Kami
| Berat | 300 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 132 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Produk Terkait
Judul : Wanita Dunia Perindu Surga Penulis : Indah Diena Ukuran : 14 x 20 Tebal : 142 Halaman Cover : Soft Cover SINOPSIS Buku ini adalah pelukan hangat bagi perempuan yang kerap menyembunyikan lelahnya di balik senyum. Tentang wanita yang tetap wangi, segar, dan bermartabat meski hidup tak jarang membalutnya dengan luka. Ia… selengkapnya
Rp 70.000Judul : Menjemput Surga Sebelum Matahari Terbit Penulis : Abdul Ghofar Paryadi Ukuran : 14,5 x 21 Tebal : 155 Halaman Cover : Soft Cover SINOPSIS Dalam kesibukan pagi, antara menyiapkan sarapan, mengejar jadwal sekolah, atau memulai kerja harian, sering kali kita lupa: bahwa pagi adalah saat langit dibuka selebar-lebarnya untuk doa dan amal…. selengkapnya
Rp 72.500Judul : Jembatan Surga: Kekuatan Silaturahmi yang Terlupakan Penulis : Dr. Sabar Budi Raharjo, M.Pd Ukuran : 15 x 23 Tebal : 151 Halaman Cover : Soft Cover SINOPSIS Di tengah hiruk-pikuk dunia modern yang serbadigital, manusia sering kali merasa terkoneksi secara virtual namun hampa secara spiritual. Buku Jembatan Surga: Kekuatan Silaturahmi yang Terlupakan hadir… selengkapnya
Rp 81.000Judul : Di Ujung Sunyi Tuhan Tetap Berbicara Penulis : Esau Ulimpa Ukuran : 14 x 20 Tebal : 110 Halaman Cover : Soft Cover SINOPSIS Di balik kesunyian pedalaman, jauh dari keramaian kota dan sorotan dunia, di mana jalan tanah lebih sering berlumpur daripada kering, dan listrik bukan sesuatu yang pasti menyala dua puluh… selengkapnya
Rp 70.000Judul : Essence of Taste : Create A Sophisticated Yet Simple Lifestyle Penulis : Rafif Yassierli Ukuran : 15 x 23 cm Tebal : 325 Halaman Cover : Soft Cover SINOPSIS Di tengah hustle culture dan ritme hidup yang serba on the go. Kita… selengkapnya
Rp 255.000Judul : Menata Masa Depan Membangun Peradaban Penulis : Salihudin Ukuran : 14,5 x 21 Tebal : 291 Halaman Cover : Soft Cover SINOPSIS “Menata Masa Depan, Membangun Peradaban” adalah sebuah kumpulan refleksi dan pemikiran yang ditulis oleh Salihudin selama lebih dari dua dekade, dari tahun 2000 hingga 2024. Buku ini tidak hanya merespon… selengkapnya
Rp 115.500Judul : NOT A FAILURE JUST A LATE BLOOMER (KARENA MEKAR DIWAKTU YANG BERBEDA ITU TIDAK APA-APA) Penulis : Mar’aini Habib Rahman Ukuran : 14 x 20 Tebal : 184 Halaman Cover : Soft Cover SINOPSIS Not a Failure, Just a Late Bloomer (Karena mekar diwaktu yang berbeda itu tidak apa-apa) “Keterlambatan bukan kegagalan…. selengkapnya
Rp 87.000Judul : Nikah Kok Capek Mulu ? Penulis : Rina Aprilia F.U. Ukuran : 14 x 20 Tebal : 216 Halaman Cover : Soft Cover SINOPSIS Pernikahan sering dibayangkan sebagai tempat pulang yang paling aman. Namun, bagaimana jika justru di situlah sumber kelelahan paling dalam bermula? Nikah Kok Capek Mulu? adalah kumpulan refleksi dan… selengkapnya
Rp 103.000Judul : INI AKU, SUAMIMU: CATATAN JUJUR TENTANG TAWA, LUKA, DAN CINTA SEORANG SUAMI Penulis : Rendi Handoko Ukuran : 14 x 20 Tebal : 120 Halaman Cover : Soft Cover SINOPSIS “Ini Aku, Suamimu” adalah catatan reflektif seorang suami tentang perjalanan rumah tangga yang penuh warna. Ditulis dengan jujur, buku ini mengungkap… selengkapnya
Rp 70.000Judul :Ruang Yang Hidup: Menemukan Cerita, Identitas, dan Perubahan Kota Penulis :Ir. Djufri, ST., MSP Ukuran : 15,5 x 23 Tebal : 265 Halaman Cover : Soft Cover SINOPSIS Jalan berliku di tengah kota. Jejak manusia jadi cerita. Ruang berubah, makna tercipta, Di antara waktu dan cahaya nyata.
Rp 91.500
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.