Beranda » Sejarah » Relasi Sosial Paradoks Manusia Indonesia
click image to preview activate zoom

Relasi Sosial Paradoks Manusia Indonesia

Rp 80.000
Stok Pre Order
KategoriSejarah
Tentukan pilihan yang tersedia!
PRE ORDER
Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut mengenai pemesanan produk ini.
Pemesanan lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

Relasi Sosial Paradoks Manusia Indonesia

Judul       : Relasi Sosial Paradoks Manusia Indonesia

Penulis   : Syahdi Firman

Ukuran   : 15 x 23

Tebal       : 133 Halaman

Cover      : Soft Cover

 

SINOPSIS

Buku ini merupakan kritik terhadap tatanan masyarakat yang memuja simbol-simbol formal bahkan mengkultuskannya sedemikian tinggi sehingga menciptakan tuhan-tuhan baru. Dengan menyembah tuhan-tuhan baru itu banyak orang merasa telah mencapai kebahagiaan, kesenangan, dan ketentraman hidup. Tuhan-tuhan baru tersebut berupa kekuasaan politik, kekayaan, status sosial atau ketokohan, dan gelar. Banyak orang menyembahnya dan memberikan pengabdian terbaiknya dengan sepenuh jiwa dan raga. Saking sibuknya manusia menyembah tuhan-tuhan tersebut mereka bahkan sampai tidak sadar bahwa yang mereka kejar sebenarnya hanyalah kegembiraan semu yang pada waktunya melahap mereka sendiri, mereka abai pada persoalan yang lebih substantif seperti harmonisasi, empati pada sesama, mendidik generasi, perbaikan kesejahteraan umum. Pada praktik penyembahan yang dilakukan tersebut menimbulkan kerusakan besar yang mengerikan yaitu mewabahnya watak tamak, munculnya arogansi sehingga mendorong orang-orang berbuat sesukanya dan semaunya, watak ambisius yang menginginkan segalanya bertumpu hanya dalam genggaman tangannya saja. Dampak yang lebih serius yaitu merajalelanya eksploitasi perampasan hak-hak kemanusiaan efek dari hilangnya rasa menghargai dan empati pada nilai-nilai kemanusiaan. Puncaknya ialah watak jumawa merasa diri lebih baik, paling unggul, paling berkuasa, paling menentukan sehingga orang-orang dianggap budak yang diharuskan memuliakannya tanpa syarat kendatipun pekerjannya hanya memecah belah, membodoh-bodohi, tipu daya, dan menyesatkan orang lain. Watak jumawa menjadikan pelakunya memandang perbuatan buruknya sebagai kebaikan dan berkah yang turun dari langit. Ini merupakan dimensi paling tragis dari penyembahan terhadap tuhan-tuhan baru itu.

 

Relasi Sosial Paradoks Manusia Indonesia

Berat300 gram
Kondisi Baru
Dilihat 10 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait

Social Media & Marketplace
Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan admin kami

Siti
● online
Siti
● online
Halo, perkenalkan saya Siti
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: