Beranda » Ekonomi & Bisnis » Metode Technology Acceptance Model (ATM): Konsep, Teori, Praktik Penelitian, dan Aplikasi di Era Digital Indonesia 2025
click image to preview activate zoom

Metode Technology Acceptance Model (ATM): Konsep, Teori, Praktik Penelitian, dan Aplikasi di Era Digital Indonesia 2025

Rp 200.000
Stok Pre Order
KategoriEkonomi & Bisnis
Tentukan pilihan yang tersedia!
PRE ORDER
Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut mengenai pemesanan produk ini.
Pemesanan lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

Metode Technology Acceptance Model (ATM): Konsep, Teori, Praktik Penelitian, dan Aplikasi di Era Digital Indonesia 2025

Judul                : Metode Technology Acceptance Model (ATM): Konsep, Teori, Praktik Penelitian, dan Aplikasi di Era Digital Indonesia 2025

Penulis             : DR. H. Fauzi, SE, M.Kom., Akt., CA, CMA dan  Agus Suryana ST.,MTI.,PhD

Ukuran            : 15 x 23 cm

Tebal               : 273 Hal

Cover              : Soft Cover

 

SINOPSIS

 

 

Dalam era digital yang semakin pesat di Indonesia, di mana transformasi teknologi membentuk setiap aspek kehidupan—mulai dari pendidikan, kesehatan, bisnis, hingga pemerintahan—pemahaman tentang penerimaan dan adopsi teknologi menjadi kunci utama keberhasilan inovasi. Buku “METODE TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM): Konsep, Teori, Praktik Penelitian, dan Aplikasi di Era Digital Indonesia 2025” hadir sebagai referensi komprehensif yang mengintegrasikan fondasi teoretis dengan aplikasi praktis, khususnya dalam konteks nasional Indonesia menjelang visi Golden Indonesia 2045.

Buku ini, yang ditulis oleh dua pakar di bidang akuntansi, manajemen teknologi informasi, dan kewirausahaan digital, membahas secara mendalam Technology Acceptance Model (TAM)—model ikonik yang dikembangkan oleh Fred Davis pada 1989—sebagai alat analisis utama untuk memprediksi perilaku pengguna terhadap teknologi baru. Dimulai dari konsep dasar TAM, termasuk konstruk inti seperti Perceived Usefulness (PU) (kegunaan yang dirasakan) dan Perceived Ease of Use (PEOU) (kemudahan penggunaan yang dirasakan), buku ini menjelaskan bagaimana model ini berevolusi menjadi versi ekstensi (Extended TAM) untuk menangkap faktor-faktor kontekstual seperti kepercayaan, risiko, literasi digital, dan pengaruh sosial.

Bagian teori menyajikan tinjauan sistematis dan meta-analisis dari ratusan studi global serta lokal, termasuk perkembangan TAM pasca-pandemi COVID-19 yang mempercepat adopsi digital di Indonesia. Penulis menyoroti kritik terhadap TAM, seperti keterbatasannya dalam menangkap motivasi intrinsik atau faktor budaya, sambil mengusulkan adaptasi untuk konteks Indonesia yang unik—seperti kesenjangan infrastruktur di daerah rural seperti Lampung dan tantangan regulasi di sektor fintech.

Lebih dari sekadar teori, buku ini menekankan praktik penelitian melalui panduan langkah demi langkah untuk merancang studi TAM, termasuk pemilihan sampel, instrumen pengukuran (seperti kuesioner Likert), analisis PLS-SEM, dan interpretasi hasil. Setiap bab dilengkapi dengan contoh kasus empiris dari Indonesia, seperti penerapan TAM dalam e-learning di universitas negeri, telemedicine di rumah sakit Lampung, mobile banking di kalangan Gen Z, serta e-government untuk layanan publik digital.

Puncaknya adalah aplikasi di era digital Indonesia 2025, di mana buku ini mengeksplorasi TAM dalam empat bidang utama:

  • Pendidikan (e-learning, blended learning, LMS): Analisis adopsi pasca-pandemi, dengan fokus pada self-efficacy dan infrastruktur.
  • Kesehatan (telemedicine, rekam medis elektronik, aplikasi kesehatan): Studi tentang trust dan perceived risk di tengah transformasi digital RSUD.
  • Bisnis dan E-Commerce (mobile banking, fintech, platform e-commerce): Integrasi TAM dengan UTAUT untuk memahami perilaku konsumen di Shopee, Gojek, dan OVO.
  • Pemerintahan (e-government, layanan publik digital): Evaluasi adopsi SP4N-LAPOR! dan e-KTP, dengan penekanan pada kepercayaan publik dan literasi digital.

Dengan ringkasan bab, topik diskusi sub-bab, dan rekomendasi untuk peneliti pemula, buku ini ditujukan bagi mahasiswa S1-S3, dosen, praktisi IT, pembuat kebijakan, dan pelaku usaha yang ingin memanfaatkan TAM untuk inovasi berkelanjutan. Sebagai kontribusi nasional, karya ini tidak hanya mereview literatur terkini (hingga 2025) tetapi juga memberikan wawasan lokal untuk mendukung agenda digital nasional, seperti Strategi Nasional Ekonomi Digital 2021-2024 yang diperpanjang.

“METODE TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM)” bukan hanya buku teks, melainkan panduan visioner yang membekali pembaca untuk menghadapi tantangan era digital Indonesia, di mana penerimaan teknologi bukan lagi opsional, melainkan fondasi kemajuan bangsa.

 

Metode Technology Acceptance Model (ATM): Konsep, Teori, Praktik Penelitian, dan Aplikasi di Era Digital Indonesia 2025

Berat300 gram
Kondisi Baru
Dilihat 1 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait

Social Media & Marketplace
Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan admin kami

Siti
● online
Siti
● online
Halo, perkenalkan saya Siti
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: