Lipa’ Sabbe to Sengkang: Menenun Identitas, Menyulam Masa Depan
Rp 70.000| Stok | Pre Order |
| Kategori | Seni |
Lipa’ Sabbe to Sengkang: Menenun Identitas, Menyulam Masa Depan
Judul : Lipa’ Sabbe to Sengkang: Menenun Identitas, Menyulam Masa Depan
Penulis : Rosdinaman Budi
Ukuran : 14 x 20 cm
Tebal : 113 hal
Cover : Soft Cover
SINOPSIS
LIPA’ SABBE TO SENGKANG
Di tepi Danau Tempe, di tanah Wajo, suara gedegan alat tenun telah menjadi bagian dari denyut kehidupan masyarakat Sengkang. Dari tangan para penenun, benang sutra yang tampak rapuh berubah menjadi kain yang indah dan bernilai. Namun, di balik selembar lipa’ sabbe, tersimpan cerita yang jauh lebih besar daripada sekadar kain: ada sejarah, identitas, kehormatan, kerja keras, gotong royong, doa, perjuangan, dan harapan sebuah generasi.
Buku Lipa’ Sabbe to Sengkang: Menenun Identitas, Menyulam Masa Depan mengajak pembaca mengenal Sengkang sebagai salah satu ruang penting dalam tradisi sutra Sulawesi Selatan sekaligus memahami mengapa lipa’ sabbe menjadi bagian penting dari kehidupan dan budaya Bugis. Buku ini menggunakan proses menenun sebagai metafora kehidupan: dari benang, menjadi tenunan, diberi warna, hingga menjadi kain yang utuh.
Perjalanan dimulai dari akar. Pembaca diajak memahami Sengkang, makna lipa’ sabbe, serta perjalanan panjang sutra dari kepompong hingga menjadi kain. Dari sana muncul pelajaran tentang kesabaran dan proses: bahwa sesuatu yang bernilai tidak lahir secara instan, tetapi melalui ketekunan, ketelitian, dan waktu.
Lebih jauh, buku ini mengungkap nilai-nilai yang hidup di balik tradisi tenun. Falsafah “malenni” mengajarkan ketekunan dan kerja keras; gotong royong menunjukkan bahwa selembar kain tidak pernah lahir dari satu tangan; motif tenun menjadi bahasa visual yang menyimpan doa dan harapan; sementara para perempuan penenun tampil sebagai penjaga tradisi sekaligus penopang keluarga dan masa depan generasi berikutnya.
Namun, warisan budaya tidak hidup di ruang yang bebas dari tantangan. Sutra Sengkang menghadapi persaingan kain produksi massal, persoalan harga yang adil, regenerasi penenun, serta perubahan selera masyarakat. Buku ini tidak menutup mata terhadap persoalan tersebut. Sebaliknya, tantangan dipandang sebagai “benang kusut” yang harus diurai melalui inovasi, kolaborasi, pendidikan, teknologi, dan keberanian untuk berubah tanpa kehilangan akar.
Harapan kemudian diarahkan kepada masa depan. Pendidikan menjadi salah satu kunci regenerasi agar generasi muda tidak hanya mengenal tenun sebagai warisan, tetapi juga memahami nilai dan potensinya. Sekolah, komunitas, pemerintah, pelaku kreatif, desainer, dan masyarakat perlu bekerja bersama untuk menjaga tradisi sekaligus mengembangkannya menjadi kekuatan ekonomi kreatif.
Dari Sengkang, lipa’ sabbe juga memiliki peluang untuk melangkah ke dunia. Keaslian, cerita budaya, teknik tradisional, dan nilai keberlanjutan dapat menjadi kekuatan untuk membangun identitas global. Menjadi dikenal dunia bukan berarti meninggalkan kampung halaman, melainkan membawa nama, cerita, dan jati diri Sengkang ikut melangkah ke panggung yang lebih luas.
Pada akhirnya, buku ini bukan hanya berbicara tentang sutra atau penenun. Ia berbicara tentang kita semua. Tentang bagaimana manusia menjalani proses, menghadapi benang kusut kehidupan, bekerja bersama, menjaga akar, dan terus menyulam masa depan.
Lipa’ Sabbe to Sengkang adalah sebuah penghormatan kepada tangan-tangan yang menenun tradisi sekaligus sebuah ajakan kepada generasi baru: jangan biarkan warisan berhenti menjadi kenangan. Rawatlah akarnya, kembangkan cabangnya, dan tenunlah masa depan dengan jati diri yang tetap utuh.
Lipa’ Sabbe to Sengkang: Menenun Identitas, Menyulam Masa Depan
| Berat | 300 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 13 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Produk Terkait
Judul : Ritual Massorong: Perjumpaan Islam dan Budaya Bahari Orang-Orang Buku di Mandar Penulis : Suardi Kaco. H, Sumarni Editor : Abdul Malik Ukuran : 14 x 20 cm Tebal : 276 hal Cover : Soft Cover SINOPSIS Di pesisir Mandar, laut bukan sekadar ruang geografis, melainkan ruang hidup yang menyimpan keyakinan, harapan, dan ingatan… selengkapnya
Rp 133.000Judul : Analisis Kritik Seni Penulis : Alwan Hafiz, Sapriadi, Ashwan Kailani, Windy Apriana, M.Muyassir Bin Haruman, Baiq Ayu Erlina, M. Abidin Saofi, Sukmayanti Nurilahi Ukuran : 15 x 23 Tebal : 210 Halaman Cover : Soft Cover SINOPSIS Buku ini membahas secara komprehensif hakikat, landasan, teori, metode, serta penerapan analisis kritik seni dalam… selengkapnya
Rp 140.000
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.