Beranda » Sejarah » Presiden Sukarno dan Makam Imam Al-Bukhari
click image to preview activate zoom

Presiden Sukarno dan Makam Imam Al-Bukhari

Rp 70.000
Stok Pre Order
KategoriSejarah
Tentukan pilihan yang tersedia!
PRE ORDER
Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut mengenai pemesanan produk ini.
Pemesanan lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

Presiden Sukarno dan Makam Imam Al-Bukhari

Judul       :Presiden Sukarno dan Makam Imam Al-Bukhari

Penulis   : Samsul Ariyadi

Ukuran   : 14 x 20

Tebal       : 58 Halaman

Cover      : Soft Cover

 

SINOPSIS

Di bawah langit Samarkand yang berdebu, makam Imam al-Bukhari pernah terlipatkan: tanpa nisan, terabaikan, dan sunyi. Pada 1956, Presiden Sukarno datang ke Uzbekistan bukan sekadar untuk diplomasi dengan Uni Soviet, melainkan sebagai peziarah yang mewakili kerinduan jutaan umat. Ia menemukan makam penyusun kitab Shahih al-Bukhari itu dalam kondisi memilukan, jauh dari kompleks berkubah pirus yang kita kenal sekarang. Di Harian Kompas disebutkan bahwa bekas-bekas galian, bekas air, dan tumbuhan liar di makamnya. Sementara itu, masyarakat di Samarkand, Momen itu bukan hanya kunjungan kepala negara, tapi titik balik yang menghidupkan kembali ruh dan martabat makam al-Bukhari di mata dunia. Terlepas dari beragam versi soal “siapa” yang membangun fisiknya, sejarah mencatat Sukarno sebagai sosok yang membangkitkan ingatan dunia akan makam tersebut.

Data buku ini menempatkan dalam konteks yang lebih luas: peran intelektual Asia Tenggara dalam membangun kembali jaringan keilmuan Islam global. Sebagai Presiden Sukarno yang menjabat sebagai Duta Besar Indonesia di Uzbekistan, Prof. Shohibov Ziyodov, Lembaga tersebut merilisnya di http://bukhari.uz dan mengundang sejarah dan sistem perannya yang merekonstruksi kebijakan Uni Soviet terhadap makam Imam Bukhari, sekaligus menilai sebagai kebaruan ilmiah.

Sampul Arjis, menjadi peserta dalam forum Kerja Sama Akademik Indonesia–Uzbekistan terkait studi Islam di Samarkand yang diselenggarakan oleh UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan IQA Jakarta dengan Imam Bukhari International Center for Research Center dalam agenda penyelenggaraan Waral Internasional Waral al-Nahar Indo Festive 2025 dan International Colloquium on Islamic Studies (ICIS) 2025 di Jakarta, 3–4 Juli 2025.

 

Kemudian, Puncak dari rangkaian tersebut terselenggara forum International Conference on Imam Bukhari and Scholarship in the Muslim World yang diselenggarakan oleh Imam Bukhari Research and Studies Center di Tashkent–Samarkand, 28–29 Oktober 2025. Forum kolaborasi bergengsi tersebut mempertemukan sarjana Muslim dunia untuk mendiskusikan warisan intelektual Imam al-Bukhari dan kontribusinya terhadap peradaban Islam global.

 

 

Presiden Sukarno dan Makam Imam Al-Bukhari

Berat300 gram
Kondisi Baru
Dilihat 9 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait

Social Media & Marketplace
Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan admin kami

Siti
● online
Siti
● online
Halo, perkenalkan saya Siti
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: