Beranda » Sosial & Budaya » Kritik Sastra Meretas Epistemik Modernitas, Ekofeminis, dan Eksistensi Subaltern
click image to preview activate zoom

Kritik Sastra Meretas Epistemik Modernitas, Ekofeminis, dan Eksistensi Subaltern

Rp 70.000
Stok Pre Order
KategoriSosial & Budaya
Tentukan pilihan yang tersedia!
PRE ORDER
Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut mengenai pemesanan produk ini.
Pemesanan lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

Kritik Sastra Meretas Epistemik Modernitas, Ekofeminis, dan Eksistensi Subaltern

Judul       : Kritik Sastra Meretas Epistemik Modernitas, Ekofeminis, dan Eksistensi Subaltern

Penulis   : Dr. Hj. R. Ika Mustika, M.Pd.,  Nurillah Shalihatul Mubarokah, S.Pd., Sundus Afifah, S.Pd., Ayu Siti Juariah, S.Pd., Yayah Ratna Sari Dewi, S.Pd., Hendarti, S.Pd

Ukuran   : 14 x 20

Tebal       : 134 Halaman

Cover      : Soft Cover

SINOPSIS

KRITIK SASTRA MERETAS EPISTEMIK MODERNITAS, EKOFEMINIS, DAN EKSISTENSI SUBALTERN merentang sebuah peta kritik sastra kontemporer yang menggugat tatanan epistemik mapan, meretas relasi kuasa antara nalar modern dan tradisi mistis, antara patriarki kapitalistik dan retorika ekofeminis, hingga suara-suara subaltern terpinggirkan. Enam penulis yaitu: Dr. Hj. R. Ika Mustika, M.Pd.; Nurillah Shalihatul Mubarokah, S.Pd.; Sundus Afifah, S.Pd.; Ayu Siti Juariah, S.Pd.; Yayah Ratna Sari Dewi, S.Pd.; dan Hendarti, S.Pd. mempertemukan teori-teori sastra terdepan untuk menelisik medan simbolik teks-teks penting dan membuka ruang wacana yang selama ini direduksi.

Kritik pembuka menyoroti Ujang dalam Konflik Epistemik Modernitas Medis dan Tradisi Mistik, tokoh problematik Ujang terombang-ambing antara protokol ilmiah pandemi dan ragam ritual spiritual. Dengan instrumen Foucault tentang episteme dan Bourdieu mengenai habitus–field, kritik ini memperlihatkan bagaimana dua sistem pengetahuan saling menjinakkan dan melemahkan otoritas satu sama lain, menciptakan subjek yang “Negatif Covid, Positif Stupid” sebagai cermin kegamangan masyarakat kontemporer.

Kritik kedua dan ketiga merentang jalinan ekofeminis dan subaltern, Laut Bercerita Ketidakadilan membaca kesunyian korban politik Orde Baru melalui novel Laila S. Chudori, sementara Suara Sunyi Perempuan dan Alam: Membaca Aroma Karsa Lewat Kacamata Ekofeminisme menelaah keterikatan perempuan dan ekosistem dalam narasi Dee Lestari. Kedua tulisan ini memetakan bagaimana patriarki kapitalistik mengeksploitasi tubuh dan lingkungan, serta bagaimana sastra memberi ruang rekonstruksi memori dan perlawanan ekologis.

Tiga tulisan selanjutnya memperkaya arsip kritik: Perempuan Melawan Takdir menelaah medan pertarungan makna dalam struktur leksikal dan sintaksis, membongkar ideologi terselubung di balik gaya bahasa; Kelembutan Dibalut Kerasnya Watak Bujang membaca majas dan simbol hijau sebagai strategi retoris yang meretas tabu; dan Aku Binatang Jalang: Dekonstruksi Humanisme dan Semangat Eksistensi menguji teori kritis melalui pengalaman membaca, menantang deep structure wacana demi aksi transformatif.

Kesatuan keenam tulisan ini tidak hanya menawarkan analisis tekstual, tetapi mengundang pembaca memperluas kesadaran kritis tentang pijakan epistemik yang dipertanyakan ulang, tentang wacana ekofeminisme yang berkembang, dan tentang keberadaan subaltern yang menemukan suara dalam ruang sastra. Buku ini menjadi gerbang bagi siapa saja yang ingin meretas batas pengetahuan dan menapaki medan baru kritik sastra Indonesia.

Kritik Sastra Meretas Epistemik Modernitas, Ekofeminis, dan Eksistensi Subaltern

Berat300 gram
Kondisi Baru
Dilihat 157 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait

Social Media & Marketplace
Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan admin kami

Siti
● online
Siti
● online
Halo, perkenalkan saya Siti
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: