Beranda » Lingkungan » ENERGI DAN LINGKUNGAN
click image to preview activate zoom

ENERGI DAN LINGKUNGAN

Rp 310.000
Stok Pre Order
KategoriLingkungan
Tentukan pilihan yang tersedia!
PRE ORDER
Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut mengenai pemesanan produk ini.
Pemesanan lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

ENERGI DAN LINGKUNGAN

Judul       : ENERGI DAN LINGKUNGAN

Penulis   : Prof. Ir. Conny K. Wachjoe, M.Eng., Ph.D, Purwinda Iriani, Ph.D, Tina Mulya Gantina, MT, Yanti Suprianti, MT.

Ukuran   : 15 x 23

Tebal       : 380 Halaman

Cover      : Soft Cover

 

SINOPSIS

Transformasi sistem energi global merepresentasikan salah satu perubahan paradigma terbesar dalam tatanan industri modern, di mana sistem energi terpusat berbasis bahan bakar fosil secara bertahap tergantikan oleh ekosistem energi terdesentralisasi dan berkelanjutan. Pergeseran ini tidak hanya didorong oleh urgensi perubahan iklim, tetapi juga oleh pertimbangan ekonomi dan keamanan energi yang semakin kompleks. Transisi energi menjadi kebutuhan strategis dalam menjawab tantangan triple crisis – ketahanan energi, akses energi yang merata, dan mitigasi perubahan iklim – yang saling berkaitan dalam jaringannya yang rumit. Fundamental transformasi ini berdampak pada seluruh aspek peradaban modern, dari struktur industri hingga pola konsumsi masyarakat.

 

Revolusi energi terbarukan menjadi penggerak utama transformasi ini, dengan energi surya dan angin sebagai pionir yang mengalami pertumbuhan eksponensial. Inovasi teknologi photovoltaic dan turbin angin telah menurunkan biaya produksi listrik secara signifikan, membuatnya semakin kompetitif dengan sumber energi konvensional. Namun, karakteristik intermittency dan variability dari sumber-sumber ini menuntut pengembangan sistem grid yang lebih fleksibel dan cerdas. Integrasi masif energi terbarukan ke dalam sistem kelistrikan existing memerlukan pendekatan sistemik yang mencakup prediksi generasi yang akurat, manajemen beban yang adaptif, dan infrastruktur transmisi yang robust.

 

Sistem penyimpanan energi emerged sebagai solusi kritis dalam menstabilkan grid yang didominasi oleh energi terbarukan. Beragam teknologi penyimpanan – dari baterai lithium-ion yang compact hingga pumped hydro yang massive, dan compressed air energy storage yang inovatif – berkembang untuk memenuhi berbagai kebutuhan durasi dan kapasitas penyimpanan. Yang paling transformatif adalah kemunculan hidrogen hijau sebagai media penyimpanan energi jangka panjang dan pembawa energi bersih untuk sektor-sektor yang sulit terdekarbonisasi. Konvergensi antara energi terbarukan, sistem penyimpanan, dan smart grid menciptakan ekosistem energi yang lebih resilient dan efisien.

 

Efisiensi energi dan konservasi energi membentuk pilar ketiga yang equally crucial dalam transformasi sistem energi. Pendekatan “energy efficiency first” menekankan bahwa energi yang paling bersih dan murah adalah energi yang tidak perlu diproduksi. Melalui penerapan teknologi hemat energi di sektor industri, bangunan, dan transportasi, serta perubahan perilaku konsumen, beban sistem energi dapat dikurangi secara signifikan. Manajemen sisi permintaan (demand-side management) menjadi instrument powerful dalam menyeimbangkan grid, dimana konsumen berperan aktif dalam mengatur pola konsumsi energi mereka sesuai dengan kondisi pasokan.

 

Aspek lingkungan dari sistem energi mendapatkan perhatian mendalam melalui pendekatan life cycle assessment (LCA) yang komprehensif. Metodologi ini memungkinkan evaluasi menyeluruh terhadap jejak lingkungan seluruh rantai pasok energi, dari ekstraksi bahan baku, konstruksi, operasi, hingga dekomisioning. Externalities lingkungan – seperti emisi gas rumah kaca, polusi udara, konsumsi air, dan dampak terhadap biodiversitas – diinternalisasi dalam analisis untuk memberikan gambaran utuh tentang sustainability masing-masing pilihan teknologi energi.

 

Konsep waste-to-energy dalam kerangka ekonomi sirkular merepresentasikan integrasi yang sophisticated antara pengelolaan limbah dan ketahanan energi. Teknologi termal (seperti insinerasi dan gasifikasi) dan biologis (seperti anaerobic digestion) memungkinkan konversi limbah kota dan industri menjadi sumber energi, sekaligus mengurangi volume limbah yang dibuang ke landfill. Pendekatan ini tidak hanya memberikan solusi terhadap masalah sampah perkotaan, tetapi juga berkontribusi dalam diversifikasi bauran energi dan pengurangan emisi metana dari landfill.

 

Kerangka kebijakan dan ekonomi berperan sebagai enabler critical dalam mempercepat transisi energi. Instrumen kebijakan seperti carbon pricing, renewable portfolio standards, dan feed-in tariffs menciptakan sinyal harga yang tepat untuk investasi dalam teknologi energi bersih. Sementara itu, mekanisme pendanaan inovatif dan skema insentif fiskal membantu mengurangi barrier entry dan mempercepat adopsi teknologi bersih. Konvergensi antara kemajuan teknologi, kerangka kebijakan yang supportive, dan mekanisme ekonomi yang tepat menciptakan ecosystem yang kondusif untuk percepatan transisi energi yang berkeadilan dan berkelanjutan, sekaligus menjawab tantangan pembangunan global di abad ke-21.

 

ENERGI DAN LINGKUNGAN

Berat300 gram
Kondisi Baru
Dilihat 107 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait

Social Media & Marketplace
Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan admin kami

Siti
● online
Siti
● online
Halo, perkenalkan saya Siti
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: