Beranda » Sosial & Budaya » Pelestarian Kebudayaan Samawa
click image to preview activate zoom

Pelestarian Kebudayaan Samawa

Rp 192.000
Stok Pre Order
KategoriSosial & Budaya
Tentukan pilihan yang tersedia!
PRE ORDER
Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut mengenai pemesanan produk ini.
Pemesanan lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

Pelestarian Kebudayaan Samawa

Judul                  :  Pelestarian Kebudayaan Samawa

Penulis             :

Syaifuddin Iskandar

Lahmuddin Zuhri

Endra Syaifuddin

Editor                : Iwan Haryanto

Design Cover   : Endra Syaifuddin

Ukuran             : 15  x 23 cm

Tebal                 :  262 Halaman

Cover                 : Soft Cover

SINOPSIS

Kebudayaan Samawa (Sumbawa) adalah hasil perpaduan yang mendalam antara nilai-nilai luhur tradisi lokal dengan syariat Islam. Secara historis, masyarakat Sumbawa telah melewati berbagai fase peradaban—mulai dari kepercayaan prasejarah (animisme/dinamisme), masa pengaruh kekuasaan Majapahit, hingga masuknya Islam yang berujung pada terbentuknya Kesultanan Sumbawa pada abad ke-17.

Fondasi paling fundamental dari kebudayaan ini tertuang dalam filosofi “Adat Barenti Lako Syara’, Syara’ Barenti Lako Kitabullah” (Adat bersendikan syariat, Syariat bersendikan Al-Qur’an dan Hadis). Dekrit budaya ini menegaskan bahwa segala bentuk tradisi, hukum adat, dan perilaku masyarakat Sumbawa hanya diakui jika tidak bertentangan dan sepenuhnya tunduk pada ajaran Islam.

Seluruh tatanan budaya Samawa bermuara pada satu tujuan teleologis: pencapaian “Kerik Salamat” (limpahan anugerah, kesejahteraan, dan keselamatan hidup di dunia maupun akhirat). Untuk mencapai hal ini, masyarakat dipandu oleh kontrol sosial-psikologis berupa “To'” (pengetahuan, kesadaran, kecerdasan) dan “Ila'” (rasa malu atau harga diri yang mencegah seseorang berbuat cela).

Secara sosiologis, masyarakat Sumbawa sangat egaliter (setara). Interaksi sosial mereka dirajut erat oleh konsep resiprositas atau timbal balik yang disebut “Saling” (seperti saling pendi’ atau empati, saling tulung atau tolong-menolong, dan saling satingi atau saling menghormati). Tata krama keseharian—mulai dari cara berbahasa, berpakaian, bertamu, hingga bermusyawarah—diatur secara ketat melalui aturan kesopanan yang disebut “Adab Edap”.

Selain mengatur hubungan antar-manusia, kebudayaan Samawa juga memadukan ketauhidan dengan lingkungan hidup (Teo-Ekonomi dan Teo-Ekologi). Alam dan lahan penggembalaan tidak dipandang sebagai objek eksploitasi kapitalis, melainkan titipan Tuhan yang harus dikelola secara beradab dan selaras.

Pelestarian Kebudayaan Samawa

Berat300 gram
Kondisi Baru
Dilihat 25 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait

Social Media & Marketplace
Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan admin kami

Siti
● online
Siti
● online
Halo, perkenalkan saya Siti
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: